Ada sebuah cerita yang ringan, menarik sekaligus indah. Konon ada seorang pria yang jatuh cinta pada seorang wanita. Ini biasa. pria tampan jatuh cinta pada wanita cantik.
pria ini adalah seorang pendiam, Tidak banyak cakap. Dan dia takut untuk mengungkapkannya. Akhirnya dia memberanikan diri untuk mengutarakannya kepada sang gadis, "Saya cinta kamu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" Untunglah cinta si pria ini tidak bertepuk sebelah tangan. "Saya juga cinta kamu," jawabnya. Maka keduanya mulai menjadi kekasih.
Suatu waktu si wanita berfikir, "Kenapa ya cowokku mencintai saya ?" Dan dia mulai menanyakannya.
"Saya kenal seorang teman pria. Dia mencintai pasangannya karena dia bisa menyanyi dengan indah. Suaranya merdu dan enak didengar." Dan dia menambahkan contoh teman lainnya yang jatuh cinta pada ceweknya, karena dia pandai menari. Tangan dan kakinya begitu gemulai ketika dia mulai menari.” Jawab si pria.
"Lalu kenapa kamu mencintaiku ?", tanya si wanita. Si pria hanya diam saja. Memang dia tidak pandai bicara. Dia hanya bisa mematung sambil memandang mata si wanita. Ditanya berulang-ulang, si pria tetap dan hanya membisu.
Si wanita mulai marah dan kesal. Dia mulai berpikir yang negatif. “Jangan-jangan pasanganku cuma bohong. Mungkin saja dia tidak jatuh cinta padaku”, tebaknya. Maka dia ingin memutuskan hubungan dengan si pria ini. Tentu saja sang pria keberatan.
Di tengah persoalan ini, dalam perjalanan ke luar kota, tiba-tiba si wanita kehilangan kendali pada mobilnya. Mobilnya selip, dan terjun ke jurang. Sialnya dia tidak mengenakan seat belt.
Suatu keajaiban, meski lukanya cukup parah, dia akhirnya sembuh. Meski harus meninggalkan dua cacat yang membuatnya begitu sedih. Yang satu kakinya pincang. Jalannya jadi tertaih-tatih. Dan yang kedua, dia menjadi bisu. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Namun, yang menarik sang pria tetap sabar dan baik hati menemani sang wanita.
Dan dia akhirnya berbicara, "Kekasihku, untung aku tidak bilang ke kamu, kalau aku mencintaimu karena suaramu yang indah itu. Dan untung aku juga tidak bilang ke kamu, bahwa aku mencintaimu karena tarianmu yang indah."
"Coba kalau aku menjawab aku mencintaimu karena suara dan tarianmu, padahal sekarang kakimu sudah luka, dan kamu tidak bisa bersuara lagi. Maka aku tidak punya alasan untuk mencintaimu. Alasan apa lagi yang harus aku utarakan, nanti kamu menyangka bahwa aku bohong."
"Sebenarnya aku mencintaimu tanpa alasan apapun. Karena aku memang sadar dan benar-benar mencintaimu seperti apa adanya. Walaupun sekarang kakimu menjadi pincang dan kamu menjadi bisu."
Air mata mengalir membasahi pipi si wanita. Dia sungguh tersentuh. Dan mereka kembali menjadi sepasang kekasih, hingga ke pelaminan.
“Kadang kita tidak dapat lagi mencintai seseorang, atau mencintai sesuatu karena alasan A atau B. Bukan berarti kita tidak punya alasan. Tetapi kita memang mencintai pekerjaan kita, mencintai seseorang secara apa adanya”.
Suatu waktu si wanita berfikir, "Kenapa ya cowokku mencintai saya ?" Dan dia mulai menanyakannya.
"Saya kenal seorang teman pria. Dia mencintai pasangannya karena dia bisa menyanyi dengan indah. Suaranya merdu dan enak didengar." Dan dia menambahkan contoh teman lainnya yang jatuh cinta pada ceweknya, karena dia pandai menari. Tangan dan kakinya begitu gemulai ketika dia mulai menari.” Jawab si pria.
"Lalu kenapa kamu mencintaiku ?", tanya si wanita. Si pria hanya diam saja. Memang dia tidak pandai bicara. Dia hanya bisa mematung sambil memandang mata si wanita. Ditanya berulang-ulang, si pria tetap dan hanya membisu.
Si wanita mulai marah dan kesal. Dia mulai berpikir yang negatif. “Jangan-jangan pasanganku cuma bohong. Mungkin saja dia tidak jatuh cinta padaku”, tebaknya. Maka dia ingin memutuskan hubungan dengan si pria ini. Tentu saja sang pria keberatan.
Di tengah persoalan ini, dalam perjalanan ke luar kota, tiba-tiba si wanita kehilangan kendali pada mobilnya. Mobilnya selip, dan terjun ke jurang. Sialnya dia tidak mengenakan seat belt.
Suatu keajaiban, meski lukanya cukup parah, dia akhirnya sembuh. Meski harus meninggalkan dua cacat yang membuatnya begitu sedih. Yang satu kakinya pincang. Jalannya jadi tertaih-tatih. Dan yang kedua, dia menjadi bisu. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Namun, yang menarik sang pria tetap sabar dan baik hati menemani sang wanita.
Dan dia akhirnya berbicara, "Kekasihku, untung aku tidak bilang ke kamu, kalau aku mencintaimu karena suaramu yang indah itu. Dan untung aku juga tidak bilang ke kamu, bahwa aku mencintaimu karena tarianmu yang indah."
"Coba kalau aku menjawab aku mencintaimu karena suara dan tarianmu, padahal sekarang kakimu sudah luka, dan kamu tidak bisa bersuara lagi. Maka aku tidak punya alasan untuk mencintaimu. Alasan apa lagi yang harus aku utarakan, nanti kamu menyangka bahwa aku bohong."
"Sebenarnya aku mencintaimu tanpa alasan apapun. Karena aku memang sadar dan benar-benar mencintaimu seperti apa adanya. Walaupun sekarang kakimu menjadi pincang dan kamu menjadi bisu."
Air mata mengalir membasahi pipi si wanita. Dia sungguh tersentuh. Dan mereka kembali menjadi sepasang kekasih, hingga ke pelaminan.
“Kadang kita tidak dapat lagi mencintai seseorang, atau mencintai sesuatu karena alasan A atau B. Bukan berarti kita tidak punya alasan. Tetapi kita memang mencintai pekerjaan kita, mencintai seseorang secara apa adanya”.
(By : Tanadi Santoso_BusinessWisdom, editor : nazhri)
.jpg)